Postingan

Mungkin Saja

Aku mungkin sudah mendesak mu menjadi apa yang aku butuhkan, Mungkin saja, ini karena kita yang tidak pernah ingin bicara lebih lama. Dan, mungkin saja, dulu-kita pernah mencari alasan untuk bisa bersama. Apa kau bimbang sekarang? Apa aku tidak dibutuhkan sekarang? Aku gugup, mungkin karena cuaca hangat di luar, Atau karena kau berdiri sangat dekat denganku dalam waktu yang lama. Sejenak, aku hanya ingin di sana selamanya, Di samping mu, lalu merengkuh lebih banyak untuk kesetiaan mu di sana. Apa kau ingin tahu, sesuatu? Mungkin saja, aku terlalu berani untuk menampakkan diri. Lebih baik, aku tetap di sarang ku, bermain dengan ranting, atau dedaunan yang sedikit rimbun. Aku tahu, mungkin saja kau berkata ingin ke tempat yang kau inginkan, Aku tahu, mungkin saja kau sebenarnya berdiri lebih jauh dariku, Pergi-dan tak akan ada disini kembali. Makanya, aku hanya ingin melihat saja. Kau tahu, seperti yang selalu kau katakan pada semuanya, Itu cukup, hanya seperti ini saja!...

SI Gadis Tidur dan Mimpinya

SI GADIS TIDUR DAN MIMPINYA Chapter 1# Malam itu, hari yang bersalju. Tumpukan busa-busa putih itu menggulung di sekitar sepatu kami yang tebal dan terbuat dari benang wol lembut. Untungnya kami mendapat tempat berteduh di salah satu halte bus jemputan siang-sore di jalanan kota Florida. Tidak banyak juga orang yang berteduh disana dan lebih memilih bersantai di dalam rumah dengan perapian hangat, atau di dalam restoran bertemakan hari natal. Kami hanya berdua, kebingungan dan merasa canggung satu sama lain. “Apa kau sungguh-sungguh tidak memikirkannya?” Nico mempertanyakan sesuatu yang selalu tidak ingin aku jawab. “Tidak, aku sudah mengatakannya”. “Kalau begitu, bagaimana dengan besok? Kurasa aku bisa menjemputmu setelah selesai kuliah pagi” “Untuk apa?” “Berbicara sekali lagi, denganku. Elsa, aku tahu kau mungkin saja tidak ingin memberitahuku, tapi kumohon, aku sangat ingin mendengarnya” Nico berusaha berbaik hati m...

DI BALIK BATAS

Untukmu, yang kini berada di tempat yang berbeda. Untukmu, yang merasa begitu berat saat ini. Kau tahu, aku selalu disini. Seberapa jauh pun sebuah jarak, aku masih bisa bertahan dengan segala keraguanku yang tersisa. Karena itulah, menghilang bukan satu-satunya jalan. Ada hal yang tidak dapat kau ketahui, Dan itu berada di setiap langkah yang kau lalui. Berdirilah disini, Aku mungkin, akan lebih jujur dari sebelumnya. Aku mungkin, akan memikirkan hal penting itu sekali lagi, yang seharusnya aku katakan sebelumnya padamu. Dan disinilah, Ketidakberdayaanku itu, akan selalu mengingat apa yang ingin di ingat. Aku menunggu, Meski itu hal yang tidak akan pernah pasti. Aku bertahan, Sedalam apapun rasa sakit yang diterima. Dan sampai kini, Aku hanya mencoba untuk lebih tahu diri. Bahwa pada akhirnya, Aku harus berusaha berdiri sendiri. Disini, di tempatku. Meski begitu, Kau harus berhenti disini. Semakin kau berjalan, Rasa sakit akan terus men...

TENTU SAJA, UNTUKMU!

Seberapa lama kau menghilang sekalipun, melupakan itu, tidak semudah menghabiskan sepiring kue di atas meja makanmu.  Aku hanya butuh beberapa usaha dan waktu, entah hal itu dapat membuat semua isi kepalaku pecah dari segala macam cara yang harus di tempuh. Ini di luar kendaliku sendiri. Seberapa kuat ingatan ingin  membuatmu tetap percaya terhadap segala kemungkinan harapan yang akan terjadi, pada saatnya kau akan tahu kapan hatimu harus berakhir dan berhenti. Tapi, apa aku ini? Aku hanya terlalu menyia-nyiakan segala hal yang masih ingin aku lihat di dalam ceritaku sendiri. Membiarkan keadaan selalu berjalan di atas dalih perasaan yang tak ingin menemui ujung dengan mudah. Itu aku, tentu saja. Katakan padaku, seberapa kuat seorang wanita dapat bertahan di atas kegelisahannya sendiri? Menemukan solusi, itu langkah yang lebih baik. Dari dulu, aku hanya dapat mengingat hal-hal kecil dari sebuah kenangan. Sebuah kata-kata dan pentingnya tindakan, tidak selalu menjadi apa ya...

DUNIA DALAM PERAN

Ini masih pertengahan bulan, seingatku. Kupikir begitu setelah tak terhitung berapa hari yang aku jalani sehingga memutuskan untuk kembali menulis disini. Tak ada yang begitu berharga dalam kehidupanku, karena semua berharga meski sekecil apapun kau memikirkannya kembali. Lihatlah, semua keadaan ini tetap sama saat pertama kali terlihat. Tapi, bisakah kita berpikir kembali tentang masa lalu? Kukatakan, aku membenci ucapan orang lain. Setidaknya, mereka membenarkan apa yang selalu mereka alami dan itu mungkin adalah sebuah kebenaran. Lalu, apa kebenaran dari dirimu sendiri? Sedikit membosankan memang, bertaruh untuk hal kecil yang kita pikir pada akhirnya akan sia-sia. Yah, itu intinya. Lagipula, aku tidak tahu apa kalian mengerti tentang apa yang aku bicarakan. Untuk satu hal disini. Setiap orang selalu memiliki perannya di dunia ini. Entah akan berakhir seperti yang diinginkan ataupun tidak, semua tergantung dari jalan cerita itu sendiri. Lalu, pernahkah kau berpikir peran apa ya...

PERAMAL BODOH ITU, AKU!

PERAMAL BODOH ITU, AKU! Memang benar yang selalu orang katakan, abstraksi warna warni itu memang menyilaukan. Yah, tidak butuh waktu lama untuk seseorang merasa takjub dengan kembang api yang seukuran raksasa saat lepas di langit kala itu. Dan tentu saja, tak ada yang ingin berpikir lebih jauh tentang sebuah kembang api. Begitulah, kurasa. Sampai seseorang yang duduk disebelahku berkata “ Menyedihkan, bukan. Hilang begitu saja saat semua keindahan itu berakhir”. Aneh, bagiku. Aku tidak tahu bahwa orang lain akan ada yang berpikir seperti kebanyakan orang tidak ingin pikirkan. Dan dia menyebut hal itu, seperti sebuah kehilangan. Suatu hal yang berharga, kurasa. “Maaf, apa kau sungguh berpikir begitu?” Aku memberanikan diri berkomentar setelah otakku memaksa dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Dia, wanita itu menoleh sebentar lalu mulai terpaku kembali pada jajaran kembang api. Kupikir, mungkin dia tidak terlalu peduli denganku. Namun, dari jarak yang berkisar dua jengkal di s...

SEPASANG SAYAP YANG PATAH

Sepasang Sayap Yang Patah Awalnya, aku hanya melakukannya dengan kesenangan yang tak ingin kubagi dengan siapapun. Beberapa dari kata-kata yang kau tulis begitu berharga hingga tak ada satupun yang ingin aku hilangkan. Meski hanya dengan sapaan sederhana, hal itu perlahan membuat rasa yang tak ingin berlama-lama di dalam perutku. Warna-warni kupu-kupu yang melilit, hingga suara-suara ledakan abstraksi yang selalu memecah kepalaku, apa hal ini wajar?  Beberapa waktu yang menyenangkan itu, aku merasa ingin berada pada tempat yang lebih indah dari pada padang rumput di dataran Belanda. Lebih daripada itu, setiap hal yang kau narasikan, selalu mengganggu pemikiran dan pendengaranku. Entah apa yang bermula dari semua ini, kupikir ini akan menjadi sebuah perjalanan yang nantinya menghangatkan. Sampai waktu itu tiba. Apa aku telah membuat kesalahan? Pikiranku seketika kacau dengan hilangnya jejak yang beberapa hari lalu selalu terpatri di layar putihku itu. Tiba-tiba saja kau ter...